Bersama Kadin Jatim, CodyMaxx Gelar Coffe Festival 2019 dan Bazaar Streetfood di PTC Surabaya

SURABAYA – Perusahaan Event Organizer CodyMaxx berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Jawa Timur, menggelar Coffe Festival 2019 dan Bazaar Streetfood, di Atrium PTC Lantai LG, Surabaya, selama enam hari mulai 26 – 31 Maret 2019.

Dalam festival dan bazaar ini pengunjung dapat menikmati beragam suguhan kopi asal Nusantara. Tak hanya itu, warga juga dapat menikmati berbagai kuliner makanan khas Jawa dan Chinese Food, serta minuman tradisional asal Jawa Timur.

“Para pengunjung juga akan dihibur dengan kesenian sharing session late art, lomba mewarnai, demo masak brownies coklat, dan musik akustik. Selain itu juga terdapat Jatim Aeropress Compotition yang mengandeng Komunitas Pencinta Kopi (Indi Calling Cofee),” kata Emma Samlan selaku Managing Director Cody Maxx, Selasa (26/3).

Emma menjelaskan CodyMaxx Kopi Festival dan Streetfood ini merupakan kolaborasi CodyMaxx dengan Kadin Jatim. Serta melibatkan para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), komunitas hobi, dan komunitas pecinta kopi di Jawa Timur.

“Festival dan Bazaar meriah ini diikuti oleh puluhan tenant. Antara lain dari Kadin Jatim, pelaku kuliner khas Jawa dan Chinese food, Komunitas Pecinta Kopi, dan Toyota yakni Dealer Mobil Asri Motor yang menampilkan All New Kijang Innova 2019 type Diesel,” jelas Emma.

Sementara itu, Public Relation (PR) CodyMaxx, Abu Fatih Ibrahim menyampaikan bahwa, Festival dan Bazaar di pusat keramaian menjadi ajang promosi yang sangat efektif. Pasalnya, akan selalu ramai dipadati pengunjung, baik yang sekadar melihat-lihat atau memang ingin mencari suatu produk. “Apalagi di akhir pekan seperti hari Sabtu dan Minggu, biasanya pengunjung semakin ramai berjejalan,” kata Abu Fatih.

Menurutnya, ada beberapa manfaat untuk pemilik usaha dalam mengikuti festival dan bazaar ini, antara lain Mendapatkan Calon Pembeli (Sales Leads). Sebab melalui festival dan bazaar ini, para pemilik usaha bisa mengenalkan produknya kepada pengunjung, meski festival dan bazaar hanya berlangsung beberapa hari saja.

“Peluang melebarkan sayap bisnis terbuka lebar. Kemungkinan tindak lanjut seperti pertambahan jumlah pelanggan baru serta order yang otomatis bertambah amat mungkin terjadi,” tuturnya.

Selama festival dan bazaar berlangsung, para pelaku usaha juga bisa mengoptimalkan jumlah transaksi penjualan dengan berbagai cara. Misalnya dengan memberikan diskon, kupon hadiah, hingga bonus menarik lainnya. “Jangan lupa, buat stand agar menarik minat pengunjung. Kebersihan dan kerapian juga harus selalu dijaga,” tambahnya.

Selain itu, lanjut kata Abu Fatih, ini adalah kesempatan emas untuk mem-branding image produk usaha. Dengan begitu, awareness di benak pengunjung akan mudah tertanam. Visual adalah aspek penting untuk diperhatikan.

“Memang, banyak konsumen yang datang sekadar melihat-lihat. Tapi, pasti ada ratusan konsumen yang datang untuk tujuan khusus, yaitu memburu produk Anda,” ucapnya.

Melalui festival dan Bazaar ini, pelaku usaha juga bisa sekaligus menjaring informasi tentang pesaing, seperti harga produk, produk unggulan, peralatan yang digunakan. Atau sekadar mengetahui sejauh mana perkembangan bisnis mereka.

“Disini kita akan belajar kenapa orang tidak jadi membeli? Kenapa mereka membeli merek kompetitor? Apa pendapat pembeli mengenai produk kita? Dimana kurangnya? Dan banyak pertanyaan lain akan terjawab saat berbicara langsung dengan pembeli dalam festival dan bazaar, baik seacara langsung maupun tidak,” pungkasnya. (*).

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here