Gubernur Khofifah Usul Para Bupati Se-Madura Masuk Kepengurusan BPWS

0
13

Jakarta – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengusulkan agar para Bupati se-Madura bisa dimasukkan dalam kepengurusan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS). Usulan itu disampaikan karena para kepala daerah tersebut menjadi bagian dalam proses pembangunan wilayahnya.

“Mereka menjadi bagian yang ikut berproses. Kemudian Menteri PUPR juga mengusulkan ada ulama Madura untuk ikut terlibat dalam proses kelembagaan. Lembaga nanti apa namanya BPWS atau BPWM, dan seterusnya,” ujar Gubernur Khofifah usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Tentang Pemilihan Kepala Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) di Kantor Kemenko Perekonomian, Situation Room Lt. IV, Gd. Ali Wardhana, Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4, Jakarta Pusat, Selasa (14/5) pagi.

Pembahasan tersebut dibahas bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono terkait revitalisasi struktur kelembagaan BPWS.

Masih menurut Gubernur Khofifah, jika para bupati se-Madura masuk dalam jajaran struktur kepemimpinan di BPWS, maka diharapkan mereka mengetahui apa yang sedang dilakukan BPWS di daerahnya.

“Mereka (bupati) juga punya ide besar untuk KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) industri garam. KEK industri garam itu di Sampang, Pamekasan, atau di Sumenep ? Nah itu kan kalau misalnya inline dengan seluruh program strategis BPWS, lebih enak,” katanya.

Usulkan Islamic Science Park di Kaki Suramadu

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga mengusulkan rencana pembangunan Islamic Science Park di kaki Suramadu sisi Madura. Pihaknya sudah menyiapkan rencana tersebut dengan komposisi 20 persen edukasi, 30 persen kesenian, dan 50 persen hiburan. Luas lahan yang dibutuhkan mencapai 101 hektar.

Rencananya, keinginan pembangunan tersebut menjadi bagian terintegrasi secara menyeluruh. Termasuk konten Islamic Science Park di Kaki Suramadu sisi Madura.

“Islamic Science Park diharapkan bisa menjadi program strategis nasional (PSN). Ini kalau menjadi PSN akan lebih cepat pengembangannya. Dari segi detail plannya sudah rampung,” harapnya.

Sementara untuk titik-titik strategis yang direncanakan, menurutnya juga akan diidentifikasi. Termasuk melakukan proses kristalisasi, seperti Pulau Gili Iyang yang memiliki oksigen terbesar kedua di dunia.

“Banyak sekali infrastruktur yang disupport agar bisa menjadi destinasi wisata internasional. Kemudian ada Gili Labak ada potensi lebih indah dari Raja Ampat, namun memerlukan akses ke sana perlu disupport,” ujarnya.

“Dulu waktu di Mensos, saya pernah menyelenggarakan Hari Lansia di sana untuk memberikan referensi banyak sekali lansia sehat di sana,” imbuhnya.

Sementara kepada awak media, Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono menyampaikan, rapat yang digelar bersama Menko Perekonomian RI membahas tentang sumber daya yang bisa dikembangkan di Madura. Seperti sektor pariwisata, serta perkebunan dengan potensi tebunya.

Untuk sektor pariwisata, tidak hanya di kawasan Suramadu saja, tetapi diharapkan juga bisa dikembangkan di Sumenep. Sehingga kalau ini dikembangkan di Kaki Suramadu bisa menjadi gravitasinya pengembangan Madura.

“Ini disepakati tadi. Kami diberi waktu seminggu oleh Pak Menko, saya bersama Bu Gubernur untuk mendesain kelembagaannya lagi. Merevitalisasi untuk bisa lebih maju ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Menko Perekonomian Darmin Nasution meminta agar BPWS lebih diperhatikan lagi. Beberapa hal telah dilakukan BPWS untuk pengembangan Madura. (Hms/mk)