Ini Prestasi Polres Sampang usai Gelar OPS Patuh Semeru 2019

0
20

Sampang – Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Patuh Semeru 2019 oleh Polres Sampang menorehkan hasil yang lumayan baik. Dari catatan yang ada,
hasil penindakan tilang sebanyak 1611, untuk teguran sebanyak 365, rincian dari penindakan tilang yaitu, (1) soal pelanggaran tidak mengenakan helm, kemudian 640 tilang (2) kelengkapan surat-surat dan teknis kendaraan, 617 tilang, (3) sabuk pengaman, 228 tilang, (4) langgar pakai handphone, 67 tilang, (5) dibawah umur 59 tilang.

“Syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT, selama Operasi Patuh Semeru berlangsung di wilayah hukum Polres Sampang berjalan aman, lancar dan kondusif. Hal ini sesuai rencana, maksud dan tujuan operasi ini dilaksanakan,” kata AKP Anita Kurdi, kepala LNM, kemarin.

Kemudian, AKP Anita menyebut,
hasil Operasi Patuh Semeru itu digelar sejak Kamis 29 Agustus hingga Rabu 11 September 2019.

“Hasilnya menunjukkan peningkatan angka penindakan pelanggaran lalu lintas. Terutama pengemudi di bawah umur, yang tidak menggunakan helm, dan melawan arus,” tambah Anita.

Polisi wanita itu menambahkan, untuk hasil penindakan selama 14 hari dari tanggal 29 Agustus sampai 11 September 2019.

Selama operasi digelar, pengendara sepeda motor yang sangat tinggi melakukan pelanggaran yaitu tidak memakai helm pengaman yang standart SIN.

Ditambahkan, karena pelanggaran ini pelanggaran kasat mata dan pelanggaran yang mengakibatkan laka lantas yang banyak korban meninggal dunia, untuk itu Kasat Lantas AKP Anita Kurdi menghimbau agar pengendara sepeda motor, pertama harus memakai helm SNI selama berkendaraan. Kedua, harus bisa cegah putra putri kita berkendara sepeda motor di jalan raya, tiga taati peraturan dan rambu lalu lintas di jalan raya, empat, sebelum atau hendak pergi di cek dulu kelengkapan surat-surat.

Di setiap operasi atau razia yang digelar, Kasat Lantas AKP Anita Kurdi itu selalu ikut mendampingi sebagai bentuk motivasi, dorongan moril dan semangat bagi anggota yang melaksanakan operasi patuh 2019.

Operasi patuh tahun ini dibagi menjadi dua kategori yaitu, satu 60 persen Gakkum atau penindakan oleh Satgas Gakkum. Kedua, 40 persen Dikmas, edukasi lantas oleh Satgas Dikmas.

Sementara, untuk kejadian laka lantas selama operasi patuh berlangsung ada 3 kejadian laka yang mengakibatkan korban luka berat ada 2 orang, dan luka ringan 1 orang. Terjadi di tiga lokasi atau TKP. Untuk atensi atau kewaspadaan, yaitu di wilayah Kecamatan Jrengik dan di wilayah Tadden Kecamatan Camplong.

Dan, juga menjadi catatan dalam anev Operasi Patuh Semeru 2019 di Polres Sampang itu, berhasil menekan angka laka lantas di 2 jalur Black Sport atau jalur rawan kecelakaan.

“Kalau dilihat dan diperbandingkan Operasi Patuh Semeru 2018 dengan tahun 2019, untuk jumlah pelanggaran turun 5, 6 persen.
Sedangkan untuk laka di tahun 2018 terjadi 1 kejadian di black sport. Sedang di tahun 2019 kejadian laka nihil. Artinya turun 100 persen khusus kejadian laka di jalur rawan laka.

AKP Anita menambahkan untuk menciptakan Kamseltibcar Lantas khususnya di wilayah hukum Polres Sampang harus terbuka, rutinitas dan berkesinambungan.

“Kita sebagai pengemban fungsi lantas akan selalu rutin melaksanakan operasi-operasi yang terencana dan berkesinambungan. Itu sesuai yang kita diskusikan. Target kita ada 3 kriteria yang menjadi atensi, yakni pengendara tidak memakai helm SNI. Kedua, banyak pengendara di bawah umur, dan banyak pengendara di bawah umur. Dan masih banyak truk dan puck up yang melanggar rambu rambu lalu lintas. (Mlk)