Karyawan UD Sari Jaya Plastik Ditemukan Tewas, Kapolsek Semampir Pimpin Evakuasi Korban

0
34

Surabaya  –  Mesin Penggiling Plastik atau Mesin Daur Ulang Plastik milik pengusaha bernama, H. Makmun (69 tahun), menelan korban jiwa, tepatnya di Jalan Wonosari Lor Surabaya, pada hari Sabtu, (14/09/2019), sekitar pukul 15.00 Wib.

Korban diketahui berinisial MM (28 tahun), Warga asli Dsn. Pacangan Dejeh Ds. Pacangan Kec. Tragah bangkalan, bekerja di UD Sari Jaya Plastik, rekan kerjanya menemukan korban berada didalam Mesin Daur Ulang Plastik dengan posisi mengerikan dan kondisi tewas mengenaskan.

Melalui pesan singkat Via WhatsApp, ketika dikonfirmasi awak media Indonesia News 007 diruangannya, Minggu (15/09/2019), Kapolsek Semampir Kompol Aryanto Agus S,A.Md, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Lanjut Kapolsek Semampir Kompol Aryanto, menjelaskan, Ketika peristiwa terjadi SPKT Polsek Semampir Mendapat laporan dari warga sekitar mengenai adanya karyawan UD Sari Jaya Plastik mati dengan cara tragis di tempat kerjanya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Semampir Kompol Aryanto Agus mengumpulkan anggota Reskrim Dan Opsnal Laka untuk berangkat bersama-sama ke alamat yang disebutkan pelapor, setibanya di TKP, saya langsung bekerja secara profesional dengan porsi bidangnya masing-masing, langkah awal yang kami lakukan mengamankan lokasi, memasang Police Line di sekitar Mesin Dari Ulang Plastik, dan dilanjutkan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta meminta keterangan saksi-saksi.

Ditambahkannya, kata Kompol Aryanto, selain itu melalui persetujuan keluarga korban, anggota kami mengevakuasi korban dan didampingi keluarganya menuju Dr Soetomo Surabaya, guna dilakukan Visum atau ver.

Kompol Aryanto menambahkan, pada saat pabrik pengolahan plastik selesai beroperasi, saat itu korban bersama dua rekannya berinisial, A dan MD, akan melakukan pekerjaannya yang terakhir yaitu membersihkan mesin daur ulang plastik, guna dapat menjaga mesin dapat beroperasi ke esokannya, dan mesin tersebut agar awet serta tidak gampang mengalami kerusakan.

Korban membersihkan mesin daur ulang bagian dalam, sedangkan rekan korban membersihkan ke tempat yang lainnya, selang 10 menit, rekannya dikagetkan dengan teriakan korban ” YA ALLAH “, rekannya mencari keberadaan sumber suara korban. Saat ditemukan posisi korban berada didalam mesin daur ulang dalam keadaan tak bernyawa.

Padahal menurut saksi dari rekan korban, mereka mengaku mengetahui sebelum korban membersihkan mesin penggilingan, mereka mengetahui mesin tersebut dalam kondisi mati.

Selanjutnya, ” Mengenai kasus ini proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, ditangani Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, ” bersambung. (Kri)