Kementerian Koperasi dan UKM Akan Adakan MoU Dengan Pemuda Pancasila

0
40

Jakarta, – Setelah menghadirkan perwakilan dari Mabes Polri, Seminar Nasional hari kedua Mubes X Pemuda Pancasila di Hotel Sultan Jakarta dilanjutkan dengan menghadirkan perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM sebagai pembicara, yakni Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus menggalakkan program Reformasi Total Koperasi sebagai strategi dalam membangun koperasi yang modern dan berkualitas.

Salah satu langkah yang diambil melalui program tersebut yakni rehabilitasi berupa pengelolaan dan pemutakhiran data koperasi melalui online database system (ODS) dan membekukan atau membubarkan koperasi yang tidak aktif.

Dalam kesempatan itu, Rully Indrawan mengatakan, melalui langkah rehabilitasi, saat ini sebanyak 40.013 koperasi yang tidak aktif dan nakal dibubarkan dan sisanya masih dikaji.

“Sehingga dari jumlah koperasi pada tahun 2014 atau sebelum Program Reformasi Total Koperasi mencapai 212.570 unit, maka per tahun 2018 tinggal 138.140 unit usaha,” ujarnya.

Menurutnya, koperasi saat ini membutuhkan kerjasama dengan Ormas Pemuda Pancasila, dan langkah konkrit yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah melaksanakan MoU antara Kemenkop dengan Ormas Pemuda Pancasila, baik di tingkat pusat sampai dengan tingkat terkecil.

“Upaya ini dilakukan untuk penguatan UKM di lingkungan NGO/ormas yang memiliki anggota hingga tingkat desa, dan Pemuda Pancasila menjadi salah satu ormas yang dilirik oleh Kementerian Koperasi dan UKM,” katanya.

Rully juga mengatakan, Program Reformasi Total Koperasi membawa perubahan paradigma dalam dunia koperasi Indonesia, yakni koperasi modern yang berkualitas serta berdaya saing tinggi, dengan jumlah anggota aktif yang terus meningkat.

“Program itu juga meningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota yang sehat, kuat, mandiri, dan tangguh, setara dengan badan usaha. Hal itu dilakukan melalui regulasi yang kondusif, penguatan SDM, kelembagaan pembiayaan, pemasaran, dan kemajuan teknologi,”tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, program itu juga mendorong meningkatnya lapangan pekerjaan yang berdampak pada menurunnya pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan ekonomi, yang akhirnya terwujudnya pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Di era kekinian, koperasi harus berbasis digital yang mampu memberikan kemudahan bagi generasi milenial untuk ikut serta dalam membangun koperasi di Indonesia,” pungkasnya. (mk)