Klaim Menang di DKI dan Lampung, TKN Bongkar Kebohongan Tim Prabowo

0
31

JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo-KH Maruf Amin membongkar kebohongan klaim kemenangan kubu Prabowo-Sandi di DKI Jakarta dan Lampung. TKN menemukan indikasi kecurangan dalam metode penghitungan data pasangan 02.

Juru Bicara TKN Arya Sinulingga menjelaskan, temuan tim di lapangan membongkar kebohongan dalam penghitungan suara yang dilakukan kubu pasangan 02. Klaim kemenangan didasarkan hanya pada uji sampling di 300-an TPS. Sedangkan, jumlah TPS di DKI Jakarta sebanyak 29.063 TPS, dengan jumlah pemilih tetap sebanyak 7,2 juta.

“Bagaimana mereka bisa mengumpulkan data begitu cepat. Padahal mereka banyak enggak punya saksi di TPS. Contoh di Kayu Putih, Pulo Gadung itu gak ada saksi 02. Tapi versi BPN menang 72 persen di Jakarta,” ujar Arya dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (22/4/2019).

Selain itu, tim TKN juga menemukan adanya kerusakan data, data ganda, alamat tidak lengkap, serta sebaran pengumpulan data di TPS yang tidak merata dengan hanya mengambil data di TPS di mana pasangan Prabowo-Sandi memperoleh kemenangan.

Sebelumnya, TKN Jokowi-Amin juga mengungkapkan kesalahan sampling di Lampung oleh kubu 02. Dari hasil penelusuran, hitung cepat atau quick count 02 hanya dilakukan di 30 TPS. Padahal, berdasarkan data KPU, jumlah TPS di Lampung sebanyak 26.265 dan 8 TPS DPTb.

“Kebohongan yang sama juga kami temukan di Lampung. Jadi tidak heran kalau mereka klaim kemenangan di Jakarta 62,23 persen dan Lampung 59,09 persen. Kami sangat menyayangkan cara-cara seperti ini. Karena ini jelas edukasi yang salah ke masyarakat,” tegasnya, di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Selain itu, Arya Sinulingga juga membantah tudingan terjadinya praktik oligarki politik yang menguntungkan salah satu kubu pada Pilpres 2019. Pelaksanaan pilpres telah berjalan sesuai dengan koridor perundang-undangan yang berlaku. Jika ada dugaan kecurangan, TKN meminta, pihak terkait segera melaporkannya ke pihak Bawaslu.

“Jadi tidak perlu reaktif, membuat analisis yang tidak berdasar. Kita harus menentang segala bentuk delegitimasi pemilu,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Konten TKN Fiki Satari meminta publik untuk tetap tenang sembari menunggu hasil real count dari KPU rampung. Selain itu, masyarakat juga bisa memantau penghitungan oleh lembaga dengan reputasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami dari TKN berani menyampaikan informasi secara terbuka karena berdasarkan data dari real count room yang juga sudah dibuka untuk media. Datanya jelas. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang tunggu hasil dari KPU. Mari kita kawal bersama,” ujarnya.

Untuk memantau hasil penghitungan suara, masyarakat juga bisa mengakses aplikasi JAMIN, sebuah aplikasi pelaporan saksi mulai dari TPS yang diluncurkan oleh TKN Jokowi-Amin. Seluruh data yang diolah telah melalui verifikasi ketat untuk menghasilkan data C1 yang akurat.

Berikut ini data penghitungan suara sementara di DKI Jakarta, Lampung, dan Nasional dari sejumlah institusi:

DKI Jakarta

Real Count 01
(sd 22 April 2019 pkl 14.00 WIB)
Data masuk 38,33%
Jokowi-Amin 55,35%
Prabowo-Sandi 44,65%

Real Count KPU
(sd 22 April 2019 pkl 14.00 WIB)
Data masuk: 20,33%
Jokowi-Amin: 53,16%
Prabowo-Sandi: 46,84%

Lampung

Real Count KPU
(sd 22 April 2019 pkl 14.00 WIB)
Data masuk: 18,26%
Jokowi-Amin: 56,22%
Prabowo-Sandi: 43,78%

Real Count 01
Data masuk: 52,91%
Jokowi-Amin: 56,93%
Prabowo-Sandi: 43,07%

Hasil Penghitungan Sementara Nasional
(sd 22 April 2019 pkl 14.00 WIB)

Real Count KPU
Data masuk: 20,33%
Jokowi-Amin: 53,16%
Prabowo-Sandi: 46,84%