Lapor Polisi, Unit Jatanras Polrestabes Surabaya Ringkus Anak Korban

0
50

SURABAYA – Polrestabes Surabaya menggelar Jumpa pers Akhir tahun 2019, dengan awak media cetak dan online. Dalam Konferensi Pers Kali ini, Keberhasilan Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, mengungkap dan menangkap seorang pelaku penipuan berinisial, ANF (25), warga Surabaya, Sabtu (28/12/19).

Kasus penipuan ini menjadi perhatian Kepolisian, Lantaran tersangka (Anak bungsu korban), ia masih mempunyai hubungan darah dengan korban (Orang tua tersangka). Tersangka ini diketahui berprofesi sebagai driver taksi online, sedangkan korbannya merupakan pensiunan Guru SD.

Hal ini diungkap Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya AKP Iwan Hari Purwanto, mengatakan, berawal dari laporan orang tuanya sendiri (korban) ke kantor pelayanan SPKT Mapolrestabes Surabaya pada, Kamis (2612/19), sekitar pukul 02:00 Wib.

Lalu, kami lakukan penyidikan dan penyelidikan, guna menindaklanjuti laporan tersebut. Alhasil, belum sampai dua puluh empat jam, kita berhasil mengamankan tersangka yang tak lain anak daripada korban di salah satu Hotel daerah Tenggilis Surabaya.

Menurut Iwan, kami mengamankan tersangka berdasarkan petunjuk bukti-bukti yang kami amankan dari tangan tersangka yakni, 1 lembar kartu ATM Bank BCA, 1 buah handphone, dan dikuatkan keterangan dari saksi korban, diduga kuat anak korban sebagai pelaku penipuan ini.

“Dari pengakuan tersangka, kata Iwan, ia mengaku, telah melakukan rekayasa penculikan baru satu kali, itupun dilakukan ke orang tuannya sendiri. Tersangka melakukan hal tersebut hanya ingin mendapatkan uang sebesar Rp 100 juta dari orang tuanya (korban),” sambung Iwan.

“Kemudian, tersangka menghubungi dan mengirim sms pada korban, dalam sms tersebut, tersangka seolah olah telah diculik penumpangnya sendiri, dan mengancam korban jika tidak ditransfer seratus juta ke rekening yang sudah ditunjuk, maka anak anda akan bunuh,” ucap Iwan menirukan yang tertulis di sms tersebut.

Ditambahkannya,” menurut keterangan pemilik buku rekening tabungan, lanjut Iwan, ia mengaku hanya meminjamkan buku rekeningnya kepada tersangka. Bahkan, pemilik tabungan tidak tahu maksud dan tujuan tersangka. Manakala uang Rp 100 juta ditransfer ke rekening pribadinya, yang bersangkutan akan memberikan imbalan,” terangnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka dijebloskan ke hotel prodeo Mapolrestabes Surabaya, dan terancam pasal 283 KUHP dan Pasal 333 KUHP atau Pasal 368 jo Pasal 53 KUHP tentang tindak pidana pemerasan. (ML/Kri)