PN Surabaya Tebang Pilih, Pihak Berperkara Bebas Masuk “Private Area”

0
13

SURABAYA – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan “Tebang Pilih” dalam menerapkan pencegahan interaksi antara hakim, panitera pengganti, dengan para pihak yang berperkara, di private area (ruang khusus) pengadilan. (16/07/2019)

Hal ini dibuktikan dengan adanya kebebasan para pihak yang berperkara, masuk melalui pintu lift yang diduga menuju ke ruang hakim, panitera, dan ketua pengadilan. Hal ini sangat berlawanan ketika jurnalis hendak melakukan konfirmasi ke Ketua Pengadilan, hakim, maupun humas PN Surabaya.

Para jurnalis begitu kesulitan untuk masuk melalui pintu lift, ketika akan konfirmasi terkait temuan kasus di persidangan.

Sebelumnya Humas PN Surabaya Sigit Sutriono pernah menyampaikan terkait adanya penambahan pintu menuju lift tersebut. Humas mengatakan penambahan pintu itu, untuk meminimalisir kerawanan adanya nepotisme, korupsi yang rawan terjadi terkait kasus hukum.

”Supaya tidak terjadi interaksi masalah perkara saja antara hakim, panitera sama pihak berperkara. Kalau sering-sering interaksi kan bisa nepotisme, korupsi,” jelas Sigit saat itu. (06/12/2018).

Bahkan Sigit menegaskan untuk tempat yang boleh untuk umum hanyalah di pelayanan. Sedangkan untuk ruang hakim, panitera dan ketua PN tidak boleh di masuki oleh pihak-pihak yang berperkara.

” Yang bisa di masuki oleh umum itu hanya lantai 2 saja, bagian pelayanan. Sedangkan lantai 3,4,5 tidak boleh. Kalau yang terkait berperkara, jangan sekali-kali masuk,” tegas Sigit.

Selain itu, Sigit mengatakan bahwa penambahan pintu tersebut guna melaksanakan program dari PN Surabaya yaitu ” Anti Suap “.

”Ini hanya untuk menjalankan salah satu program yang dibuat PN Surabaya, yakni Anti Suap,” kata Sigit.

Terpisah, KPN Surabaya yang baru, Nursyam, ketika dikonfirmasi terkait adanya kebebasan pihak yang berperkara bebas keluar masuk malah mengatakan bahwa ada kemungkinan malas naik tangga ke lantai dua (pelayanan), sehingga naik lift.

“Apa tidak mungkin, kalau mereka ke lantai 2, ke ptsp..?, Bisa saja mereka yang malas naik tangga kemudian menggunakan lift..
Untuk lantai 3, 4 dan 5 tamu harus selektif, dan terpantau, ” pungkas Nursyam. (16/07/2019).

Untuk diketahui, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sebelumnya, Sujatmiko, juga pernah mengatakan hal yang sama. Ketika di hubungi via pesan singkat what’sapp yang menyampaikan terkait penambahan pintu menuju lift.

”Ini tindak lanjut temuan dari Bawas MA dan Tim pemeriksaan dari Pengadilan Tinggi tentang terdapat banyaknya akses ke lantai atas,” kata KPN Surabaya kala itu.(Jay/mk)