Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gagalkan Tawuran, 31 Pelajar Berhasil Diamankan

0
244

Surabaya  –  Upaya tawuran yang dilakukan dua kelompok pelajar yang berseteru antara, Geng Kampung Jawara atau lebih dikenal dengan sebutan Geng Kape Jawara dengan Geng All Starr, berhasil digagalkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, ketika berada disepanjang Jalan Dupak Rukun Tanjung Sari Surabaya, pada hari Sabtu (21/09/2019), sekitar pukul 00.10 Wib.

Kepala Dinas BP5A Candra Oeratmangun, dan Yusuf dari Bidang Kedaruratan dan Bidang Logistik Linmas Kota Surabaya turut hadir dalam Konferensi Pers mendampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K., M.Si, di Halaman Mapolres, pada hari Sabtu (21/09/2019) pukul 09.30 WIB.

Ke 31 pelajar yang berhasil kami amankan berasal dari geng Jape Jawara, terdiri dari kelompok pelajar sekolah Menganti, Simo dan Krembangan, Surabaya.

Mereka datang ke TKP siap untuk tawuran dengan Geng All Starr dari kelompok pelajar wilayah Kalimas, Tanjung Perak, Indrapura dan Tembok, Surabaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Antonius Agus Rahmanto menerangkan, keberhasilan kami menggagalkan upaya aksi tawuran dari dua geng pelajar ini berkat kepedulian masyarakat terhadap generasi penerus anak bangsa, dengan cara memberikan informasi kepada kami.

Menindaklanjuti informasi masyarakat, kami melakukan Patroli ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Sesampainya dilokasi, kami melihat sekelompok pemuda, saat didekati pemuda ini lari kocar kacir, beruntung sebelumnya kami sudah mengantisipasinya, sehingga mereka yang berjumlah 31 orang berhasil kami amankan, namun saat dilakukan penggeledahan diantara mereka, 3 pelajar kedapatan bawa senjata sajam (sajam),” sambungnya.

Kemudian ke 31 pelajar beserta barang buktinya berupa, satu celurit panjang, 1 celurit kecil, 1 buah pedang dan 1 buah pisau, kami bawa ke Mako Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat kami periksa, mereka ini hanya ikut-ikutan yang hanya mengandalkan keberanian dalam hal tawuran. Kedua Geng tersebut mudah tersulut emosi dikarenakan informasi yang belum tentu kebenarannya,” terangnya.

Mendengar dari mereka, Cara perekrutan anggota geng, kami menilai lebih banyak demi eksistensi nama geng tersebut. Untuk itu kami akan melaksanakan Pulbaket dan berkordinasi dengan Pemkot Surabaya untuk pembinaan, guna antisipasi anggota geng balas dendam lanjutan dikemudian hari.

Ditambahkannya, Bagi anggota geng yang tidak membawa senjata tajam akan dikembalikan ke orang tua masing-masing untuk dilakukan pembinaan.

“Sedangkan bagi anggota geng yang kedapatan membawa senjata tajam akan dilakukan proses penyidikan lebih lanjut oleh Reskrim PPA UU darurat no 12 tahun 1951,” tandasnya. (Kri)