Siapkan Angkutan Lebaran, Ditjen Hubla Lakukan Uji Petik Di Kendari

0
34

KENDARI (29/4) – Guna mewujudkan keselamatan pelayaran pada penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2019, Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut kembali menggelar uji petik atau pemeriksaan kelaiklautan kapal di salah satu Pelabuhan Pantau di Indonesia, Pelabuhan Nusantara, Kendari pada hari ini (29/4).

Pada kesempatan kali ini, Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menurunkan Tim Uji Petik yang dipimpin oleh Kepala Sub Direktorat Pencegahan Pencemaran, Capt. Jaja Suparman didampingi oleh Kepala Kantor KSOP Kendari, Benyamin Ginting, untuk melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang singgah di Pelabuhan Nusantara, Kendari.

“Kita menurunkan tim pemeriksa yang terdiri dari Marine Inspektor dari kantor pusat dan juga dari KSOP Kendari,” ujar Jaja.

Pelabuhan Nusantara Kendari, menurut Jaja adalah pelabuhan transportasi yang menghubungkan kota Kendari dengan pulau-pulau yang ada di Sulawesi Tenggara seperti Raha, Baubau dan Wakatobi. Dengan adanya mobilitas penumpang yang tinggi, lanjut Jaja, tentunya perlu dipastikan kondisi kapal penumpang telah memenuhi persyaratan atau laiklaut.

“Tujuan kita adalah menjamin keselamatan para penumpang yang akan melakukan perjalanan mudik sehingga dapat tiba dengan selamat di tempat tujuan untuk merayakan lebaran bersama keluarga,” jelas Jaja.

Jaja menjelaskan, pada kesempatan kali ini Tim Uji Petik Ditjen Perhubungan Laut melakukan pemeriksaan terhadap dua kapal penumpang, yakni KMP. Bunda Maria dan Kapal Express Priscilia.

“Kami berangkat dari KSOP Kendari menggunakan KNP.370 menuju ke Pelabuhan Perahu untuk melaksanakan uji petik terhadap KMP. Bunda Maria, kemudian lanjut ke Pelabuhan Nusantara untuk melaksanakan uji petik terhadap Kapal Express Priscilia,” ungkap Jaja.

Jaja mengungkapkan, bahwa pada pemeriksaan kali ini pihaknya menemukan beberapa temuan minor terhadap kedua kapal yang diperiksa.

“Beberapa temuan ini kemudian kami sampaikan kepada Nakhoda sebagai perwakilan dari pemilik kapal untuk dapat ditindaklanjuti dan diperbaiki sebelum dimulainya angkutan lebaran, tentunya dengan pengawasan dari Kantor KSOP Kendari,” tukasnya. (ruu/mk)