Sudahi Pemilu 2019, Baso Ajak Kader PP Kembali ke AD/ART Organisasi

0
34

SURABAYA – Pemilihan Umum (Pemilu) yang dihelat pada 17 April 2019 telah berakhir dan dapat dilaksanakan dengan sukses dan damai sesuai dengan harapan dan cita-cita demokrasi Indonesia. Hal ini tentunya melegakan, mengingat menjelang digelarnya Pemilu 2019 ini dunia maya dipenuhi dengan berita bohong atau hoax dan provokasi Golput.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Baso Juherman. Dia mengajak seluruh kader Pemuda Pancasila agar menutup masa Pilpres dan Pileg dengan bergandengan tangan, serta bersatu untuk Indonesia lebih baik dan jangan terpecah-pecah hanya karena suksesi Presiden dan Wakil Presiden.

“Karena sesunguhnya kemenangan salah satu capres peserta Pemiilu 2019 ini merupakan kemengangan kita semua sebagai bangsa yang menghormati prinsip demokrasi,” ujar Baso, Selasa (7/5).

Persaingan dalam pilpres sudah selesai cukup hanya di dalam suasana kampanye yaitu di lapangan kompetisi saja dan jangan sampai di bawa keluar dari lapangan pertandingan.

“Kita harus belajar dari atlit-atlit olahraga yang berlaga dalam berbagai perlombaan di dunia, bagaimana mereka bersaing ketat dalam pertandingan membela negaranya, akan tetapi setelah pertandingan usai, mereka bersatu kembali,” kata Baso yang juga merupakan Ketua Muay Thai Indonesia (MI) Kota Surabaya massa bakti 2019 hingga 2023.

Dia mengingatkan perlu banyak evaluasi terutama kader di tingkat PAC maupun Ranting agar kembali menjalankan amanah AD/ART ormas. Lupakan Pilpres dan Pileg, sebab kita sudah menangkan paslon nomor urut 1, Ir. H. Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin.

“Ada tulisan yang menjadi inspirasi saya yaitu, falsafah “sekali layar terkembang surut kita berpantang“. Kembali ke perahu yang besar ini untuk memperbaiki kinerja ormas kita,” katanya.

Menurutnya, pemilu tahun ini adalah pengalaman terbaik bagi dia dan caleg dari kader pp yang tidak lolos. Sebab, kader PP itu ada di mana-mana dan banyak yang menjadi anggota dewan baik di Kota/ Kabupaten maupun di Provinsi.

“Jangan kita terlena dengan hiruk pikuk pemilu, bagi kader yang kalah jadikan ini sebagai pengalaman. Mari kita evaluasi kembali kader-kader yang tidak produktif harus minggir, jangan kita mendayung diatas perahu yang bocor agar layar yang terkembang ini dapat mencapai daratan yang menjadi tujuan organisasi,” tegasnya.

Selain itu, dia juga mengajak masyarakat memaknai bulan Ramadhan dengan dengan gemilang, jauhi fitnah dan menyebarkan informasi hoaks. “Sudahi fitnah dan caci maki. Isilah dengan kabar baik dan saling memuji. Karena dengan itulah kita akan mencapai tujuan akhir, muslim sejati,” ajaknya.

Baso bersyukur, setelah rakyat Indonesia melewati masa pilpres yang penuh dengan ketegangan, tak lama kemudian disiram dengan bulan Ramadhan. Mengingat, bulan Ramadhan merupakan bulan mulia. Bulan yang selalu ditunggu kaum muslimin dan muslimat.

“Saya mengajak semuanya, khususnya kader pemuda pancasila kota surabaya, marilah Ramadhan ini kita penuhi dengan amalun shalih, di mana pahala kita akan berlipat ganda ketika mengambil sejumput kebaikan saja. Mari kita laksanakan perintah Allah dan Rasulullah dan menjauhi segala laranganNya,” pungkasnya. (pank).